AKU DAN KAMU PERNAH MENJADI KITA (Part 1)
![]() |
| Aku dan Kamu Pernah menjadi Kita |
Tiba saatnya kita kan berpisah. Aku akan pergi . Aku pergi tuk kembali lagi . Kuharap kau relakan ku pergi “Sedikit lirik dari lagu yang mengawali perpisahan kita di stasiun Paron Ngawi mengantarkan keberangkatanmu untuk menggapai cita-Citamu. Pendidikan pertamamu adalah ujian pertama bagiku. Dimana aku mulai mengenal jarak dan rindu yang sebenarnya. Dimana aku belajar bagaimana seharusnya menjadi pendampingmu, karena memang menjadi pendampingmu tidaklah mudah.Beberapa hari kita masih tetap manis, masih tetap hangat dan masih tetap ingin berlama-lama melepas rindu setelah melewati hari-hari pendidikan pertamamu walau hanya sekedar bercerita tentang hal-hal lucu sampai perbincangan yang membuatku tak tega dengan apa yang kamu alami selama pendidikanmu disana.Aku baru saja mengenal duniamu yang sekarang,lewat cerita-ceritamu saat menghubungiku. Aku masih dengan kebiasaanku, masih belum bisa terbiasa akan jarak dan waktumu yang tak lagi seperti dulu. Aku masih sering mengeluh akan kabarmu yang hanya dapat aku terima pada hari-hari tertentu, aku mulai merasakan perbedaan akan kamu yang sekarang.“Udah ya dek, Hpnya mau abang kumpulin dulu. Satu bulan lagi kalo hpnya udah dibagikan lagi, abang bakal hubungi kamu kok. Yang kuat ya, ini cuma sementara kok”“Iya abang, adek faham, adek kuat kok”“Ya udah, Jangan lupa ibadahnya ya, sekolah yang pinter, Jaga diri dan jaga hatinya juga buat abang ya, Love you”“Iya bang, love you too”Airmata yang aku tahan , akhirnya jatuh juga. Sejujurnya tidaklah mudah bagiku untuk menimang rindu ini sendirian, tanpa kamu disini. Tapi walau kamu jauh, kamu selalu pandai membuat semua ini tetap baik-baik saja. Dengan semua pesan nasehat darimu, dengan semua kata rindumu, dengan semua kalimat penguatmu yang membuat aku enggan menyerah setelah mendengarnya.Maaf jika aku cengeng sejak kepergianmu demi menempuh pendidikanmu ini, aku yang terlalu terbiasa bersamamu setiap waktu bahkan semauku, tapi kini aku tidak lagi bisa seenaknya menyuruhmu menemaniku. Kamu yang sekarang bukan lagi seperti kamu yang dulu.Maaf jika aku serapuh ini, yang kadang hanya berpikiran negatif tentangmu dan kadang berpikiran kalo kamu sudah tidak peduli denganku. Padahal kamu pernah bahkan sering berusaha mengabariku bagimanapun caranya, sampai pada anniversary pun kamu tak ingin melewatkan moment itu hingga rela sembunyi-sembunyi di toilet tengah malam padahal kamu tau bagaimana resikonya.Kamu hebat ya, disana hidupmu susah, badanmu lelah, fikiranmu pun juga tak karuan. Tapi kamu masih bisa bilang kalo kamu disana baik-baik saja. Aku tau kamu pun juga ingin istirahat lebih lama, tapi jam istirahatmu sudah terjadwalkan tanpa boleh diubah. Kamu pun juga harus menghabiskan waktu demi membuat wanitamu ini berhenti menangis, padahal seharusnya aku yang harus menguatkanmu, menjadikan moment dimana waktu kamu mengabariku adalah obatmu untuk melupakan lelah letih sakitnya disana.Inilah kamu, kamu dengan semua perjuanganmu demi membahagiakan orang-orangyang kamu sayang, demi melihat mereka menangis memelukmu karena bangga.Aku bersyukur masih bisa disampingmu sampai saat ini. Dan aku juga bersyukur semua cerita perjalananmu masih tetap ada namaku disitu. Terimakasih

ungu ungu mbak eva :)
BalasHapusnuansa ungunya kental sekali sis , keren :)
BalasHapuscucok yemm....
BalasHapuscoocok bgt
BalasHapusmakasih kawan atas komentarnya :*
BalasHapuslikes
BalasHapuskunjung balik galangadje.blogspot.com
haha like (y)
BalasHapuslike
BalasHapus