bar

eva

flash message

musik

Senin, 25 Januari 2016



AKU DAN KAMU PERNAH MENJADI KITA ( Part 3 )


Entah darimana aku harus memulai ceritaku, semua tentangmu masih tersimpan rapi bukan hanya di memori tapi dihati. Sekarang yang harus aku lakukan adalah mengemasi hati untuk melangkah pergi. Karena aku tahu langkah kita sekarang tak lagi sama. Dalam perjalanan yang ingin kamu tempuh, kamu lebih memilih wanita lain yang menemanimu, daripada aku yang sudah berjuang untuk menunggumu.Mungkin memang benar aku bukan lagi orang yang selalu kamu sebut dalam setiap do’amu selama ini. Bukan seseorang yang kamu inginkan untuk menemani kesuksesanmu. Maafkan aku jika selama ini aku selalu menggagumu waktumu, terlebih urusan rindu. Kamu harus bahagia meski bukan aku yang menjadi alasan kebahagiaanmu, meski bukan aku orang yang pertama kali akan mendengar ceritamu setelah kamu lelah seharian dalam kegiatan dan seambrek pekerjaanmu. Tapi kamu harus bahagia, sekali lagi kuulangi kamu harus bahagia.Kamu tak perlu tahu bagaimana perasaanku saat kamu lebih memilih wanita lain dibanding aku. Sakit dan  perihnya aku saat itu biar aku sendiri yang mengobati dan menyembuhkan. Biar semua luka itu aku urus sendiri.Perjalanan kita sudah berbeda, bahagialah kini dengan wanita yang sekarang bersamamu, yang lebih sabar dari aku, yang lebih mengerti tentang kamu, yang mampu memahamimu dalam keadaan apapun. Jaga wanita seperti aku menjaga kepercayaanmu dulu. Cukup aku yang kamu tinggalkan untuk seseorang yang baru, jangan mengulangi pada wanita selain aku. Aku tak apa kamu beginikan asal jangan orang lain. Untukmu aku tetap melangitkan doa, medoakan semua kebaikanmu.Mungkin benar semua yang kita inginkan tidak semuanya akan di kabulkan sama Tuhan. Tapi aku percaya pada satu hal mungkin hatiku telah kamu  patahkan, tapi aku masih punya kaki untuk melangkah, dan masih punya tangan untuk berdoa.Untukmu, kini kau telah menemukan perjalanan yang baru, semoga perjalananmu menyenangkan. Tak perlu khawatir aku sedang berusaha mengikhlaskan kehilangan. Dan akan benar-benar melepaskan kehilangan, melepaskan kita yang telah hilang.Untuk yang terakhir:Kita adalah jingga yang tak akan pernah ditakdirkan untuk menjadi senja.Terimakasih untuk waktu sekitar 1 tahun terakhir ini .walaupun kita menjalani hubungan tidak terlalu lama ,yang namanya melupakan kenangan itu tak semudah membalikkan telapak tangan .Dari kita bukan siapa-siapa hingga kita menjadi bukan siapa-siapa lagi.  Terimakasih


Rabu, 20 Januari 2016

Aku dan Kamu Pernah menjadi Kita (Part 2)

 


Ini akhir dari semua kisah singkat aku dan dia selama bersama .Harus kita terima bahwa harapan dan penantian kita tidak terwujud bahkan harus berakhir dengan rasa kekecewaan yang mendalam.Tidak bahagia. Meskipun begitu, sama sekali aku tidak pernah menyesal pernah mengenal dan bersamanya.Sekarang dia sudah menjadi seorang TNI-AD yg dinas di Aceh tepatnya. Aku sangat bangga padanya, aku senang karna dia sudah mendapatkan masa depan yg dia diinginkan.Tapi harus ku ikhlaskan bahwa bukan aku yg bersamanya menikmati kesuksesannya, karena dia lebih memilih menikmati kesuksesannya dengan wanita lain .Walau digenggam kuat, andai ia bukan milik ku ia akan terlepas juga tapi andai ia untukku ia datang juga. Itulah Jodoh.Karena jodoh itu unik, dan aku yakin semoga Allah menggantikan yg lebih baik menurut versi-NYA. Terimakasih untuk semuanya, kelak kamu pun dapat seseorang yg lebih baik dariku.Karena ada kalanya pula kita perlu terima bahwa ada orang yang hanya diciptakan untuk ada hanya didalam hati kita, tapi bukan didalam hidup kita.Harus aku akui bahwa segala yang kita sayang pada akhirnya akan hilang, entah itu karena diambil Tuhan atau diambil orang. Belajarlah untuk memaknai keberadaan pasangan kalian dengan penuh syukur, Mencintai itu memang mudah. Tapi yang sulit adalah membuat orang yg kita cintai juga mencintai kita. Jangan terlalu digenggam erat agar tidak berkarat tapi juga jangan terlalu bebas agar tidak lepas.Cukup dijaga dan dipeluk baik-baik sampai pada saatnya nanti berakhir bahagia. Amin.Berikan dan jadilah yg terbaik untuk pasanganmu, selagi kamu masih bisa bersamanya. Diantara perjumpaan dan selamat tinggal aku dan kamu pernah menjadi KITA.

Senin, 18 Januari 2016

AKU DAN KAMU PERNAH MENJADI KITA (Part 1)

Aku dan Kamu Pernah menjadi Kita





Tiba saatnya kita kan berpisah. Aku akan pergi . Aku pergi tuk kembali lagi . Kuharap kau relakan ku pergi “Sedikit lirik dari lagu yang mengawali perpisahan kita di stasiun Paron Ngawi mengantarkan keberangkatanmu untuk menggapai cita-Citamu. Pendidikan pertamamu adalah ujian pertama bagiku. Dimana aku mulai mengenal jarak dan rindu yang sebenarnya. Dimana aku belajar bagaimana seharusnya menjadi pendampingmu, karena memang menjadi pendampingmu tidaklah mudah.Beberapa hari kita masih tetap manis, masih tetap hangat dan masih tetap ingin berlama-lama melepas rindu setelah melewati hari-hari pendidikan pertamamu walau hanya sekedar bercerita tentang hal-hal lucu sampai perbincangan yang membuatku tak tega dengan apa yang kamu alami selama pendidikanmu disana.Aku baru saja mengenal duniamu yang sekarang,lewat cerita-ceritamu saat menghubungiku. Aku masih dengan kebiasaanku, masih belum bisa terbiasa akan jarak dan waktumu yang tak lagi seperti dulu. Aku masih sering mengeluh akan kabarmu yang hanya dapat aku terima pada hari-hari tertentu, aku mulai merasakan perbedaan akan kamu yang sekarang.“Udah ya dek, Hpnya mau abang kumpulin dulu. Satu bulan  lagi kalo hpnya udah dibagikan lagi, abang bakal hubungi kamu kok. Yang kuat ya, ini cuma sementara kok”“Iya abang, adek faham, adek kuat kok”“Ya udah, Jangan lupa ibadahnya ya, sekolah yang pinter, Jaga diri dan jaga hatinya juga buat abang ya, Love you”“Iya bang, love you too”Airmata yang aku tahan , akhirnya jatuh juga. Sejujurnya tidaklah mudah bagiku untuk menimang rindu ini sendirian, tanpa kamu disini. Tapi walau kamu jauh, kamu selalu pandai membuat semua ini tetap baik-baik saja. Dengan semua pesan nasehat darimu, dengan semua kata rindumu, dengan semua kalimat penguatmu yang membuat aku enggan menyerah setelah mendengarnya.Maaf jika aku cengeng sejak kepergianmu demi menempuh pendidikanmu ini, aku yang terlalu terbiasa bersamamu setiap waktu bahkan semauku, tapi kini aku tidak lagi bisa seenaknya menyuruhmu menemaniku. Kamu yang sekarang bukan lagi seperti kamu yang dulu.Maaf jika aku serapuh ini, yang kadang hanya berpikiran negatif tentangmu dan kadang berpikiran kalo kamu sudah tidak peduli denganku. Padahal kamu pernah bahkan sering berusaha mengabariku bagimanapun caranya, sampai pada anniversary pun kamu tak ingin melewatkan moment itu hingga rela sembunyi-sembunyi di toilet tengah malam padahal kamu tau bagaimana resikonya.Kamu hebat ya, disana hidupmu susah, badanmu lelah, fikiranmu pun juga tak karuan. Tapi kamu masih bisa bilang kalo kamu disana baik-baik saja. Aku tau kamu pun juga ingin istirahat lebih lama, tapi jam istirahatmu sudah terjadwalkan tanpa boleh diubah. Kamu pun juga harus menghabiskan waktu demi membuat wanitamu ini berhenti menangis, padahal seharusnya aku yang harus menguatkanmu, menjadikan moment dimana waktu kamu mengabariku adalah obatmu untuk melupakan lelah letih sakitnya disana.Inilah kamu, kamu dengan semua perjuanganmu demi membahagiakan orang-orangyang kamu sayang, demi melihat mereka menangis memelukmu karena bangga.Aku bersyukur masih bisa disampingmu sampai saat ini. Dan aku juga bersyukur semua cerita perjalananmu masih tetap ada namaku disitu. Terimakasih