AKU DAN KAMU PERNAH MENJADI KITA ( Part
3 )
Entah darimana aku harus memulai ceritaku, semua
tentangmu masih tersimpan rapi bukan hanya di memori tapi dihati. Sekarang yang
harus aku lakukan adalah mengemasi hati untuk melangkah pergi. Karena aku tahu
langkah kita sekarang tak lagi sama. Dalam perjalanan yang ingin kamu tempuh,
kamu lebih memilih wanita lain yang menemanimu, daripada aku yang sudah
berjuang untuk menunggumu.Mungkin memang benar aku bukan lagi orang yang selalu
kamu sebut dalam setiap do’amu selama ini. Bukan seseorang yang kamu inginkan
untuk menemani kesuksesanmu. Maafkan aku jika selama ini aku selalu menggagumu
waktumu, terlebih urusan rindu. Kamu harus bahagia meski bukan aku yang menjadi
alasan kebahagiaanmu, meski bukan aku orang yang pertama kali akan mendengar
ceritamu setelah kamu lelah seharian dalam kegiatan dan seambrek pekerjaanmu.
Tapi kamu harus bahagia, sekali lagi kuulangi kamu harus bahagia.Kamu tak perlu
tahu bagaimana perasaanku saat kamu lebih memilih wanita lain dibanding aku.
Sakit dan perihnya aku saat itu biar aku sendiri yang mengobati dan
menyembuhkan. Biar semua luka itu aku urus sendiri.Perjalanan kita sudah
berbeda, bahagialah kini dengan wanita yang sekarang bersamamu, yang lebih
sabar dari aku, yang lebih mengerti tentang kamu, yang mampu memahamimu dalam
keadaan apapun. Jaga wanita seperti aku menjaga kepercayaanmu dulu. Cukup aku
yang kamu tinggalkan untuk seseorang yang baru, jangan mengulangi pada wanita
selain aku. Aku tak apa kamu beginikan asal jangan orang lain. Untukmu aku
tetap melangitkan doa, medoakan semua kebaikanmu.Mungkin benar semua yang kita
inginkan tidak semuanya akan di kabulkan sama Tuhan. Tapi aku percaya pada satu
hal mungkin hatiku telah kamu patahkan, tapi aku masih punya kaki untuk
melangkah, dan masih punya tangan untuk berdoa.Untukmu, kini kau telah
menemukan perjalanan yang baru, semoga perjalananmu menyenangkan. Tak perlu
khawatir aku sedang berusaha mengikhlaskan kehilangan. Dan akan benar-benar
melepaskan kehilangan, melepaskan kita yang telah hilang.Untuk yang
terakhir:Kita adalah jingga yang tak akan pernah ditakdirkan untuk menjadi
senja.Terimakasih untuk waktu sekitar 1 tahun terakhir ini .walaupun kita
menjalani hubungan tidak terlalu lama ,yang namanya melupakan kenangan itu tak
semudah membalikkan telapak tangan .Dari kita bukan siapa-siapa hingga kita
menjadi bukan siapa-siapa lagi. Terimakasih


